Kamis, 09 Mei 2013



PEMBUATAN VCO (VIRGIN COCONUT OIL) DENGAN FERMENTASI
Makalah Ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Mikrobiologi

Dosen Pengampu : Lela Susilawati, M.Si.


Disusun oleh :
Nadia Naufinnisa        (11680031)
Aghuts Nur Amien      (11680035)
Eni Nur ’Aini              (11680039)
Lely Lystyawati          (11680040)
Annisa afiyati             (11680044)
Ummi Athiah              (11680053)




PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
20
13








BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Citra buruk minyak kelapa terhadap kesehatan semakin melekat selama bertahun-tahun pada setiap orang. Selama ini negara-negara maju menggantikan keberadaannya dengan memasarkan sawit, keledai, dan jagung, sehingga potensi Indonesia sebagai penghasil kelapa terbesar di dunia semakin terpuruk.
Tanaman kelapa (Cocos nucifera L.) merupakan tanaman serbaguna yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan manusia, sehingga disebut pohon kehidupan (tree for life). Salah satu hasil dari pengolahan dari buah kelapa adalah Virgin Coconut Oil (VCO). VCO adalah minyak kelapa murni yang disebut juga minyak perawan yang diperoleh dari daging buah kelapa dengan cara basah tanpa pemanasan.
Beberapa metode yang digunakan dalam pembuatan VCO yaitu pembuatan dengan teknik pemanasan, pemancingan, dan fermentasi. Seiring dengan perkembangan bioteknologi, teknik pemanasan dan pemancingan dirasa masih memiliki kekurangan, sehingga pembuatan VCO dengan fermentasi dirasa lebih baik. VCO merupakan minyak kelapa murni yang komposisi asam lemaknya utuh tanpa mengalami kerusakan pada ikatannya. Sebagai minyak kelapa murni, VCO mengandung berbagai asam lemak jenuh rantai sedang yang salah satu kandungannya adalah asam laurat 48% dan memiliki fungsi yang sama dengan air susu ibu (ASI) yang menyebabkan sistem imun tubuh kebal terhadap berbagai macam penyakit.
Dalam makalah ini, penulis akan mencoba memaparkan tentang VCO. Adapun pembahasannya yaitu meliputi definisi VCO, proses pembuatan VCO dengan fermentasi dengan melibatkan Saccharomyces sp serta manfaat VCO bagi kesehatan manusia.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan VCO (Virgin Coconut Oil) ?
2.      Bagaimana proses pembuatan VCO dengan metode fermentasi menggunakan starter khamir Saccharomyces sp. ?
3.      Apa saja kegunaan dari minyak kelapa murni (VCO) untuk kesehatan?



C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui VCO (Virgin Coconut Oil).
2.      Untuk mengetahui proses pembuatan VCO dengan metode fermentasi menggunakan starter khamir Saccharomyces sp.
3.      Untuk mengetahui kegunaan dari minyak kelapa murni (VCO) untuk kesehatan.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    VCO (Virgin Coconut Oil)
Indonesia merupakan negara yang kaya dengan tumbuhan kelapa. Sudah bertahun-tahun kelapa banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Biasanya ibu rumah tangga membuatnya menjadi santan untuk bahan memasak. Untuk saat ini pemanfaatan kelapa lebih berkembang. Salah satunya yaitu dengan mengolah kelapa menjadi minyak kelapa murni (VCO / Virgin Coconut Oil).
VCO (Virgin Coconut Oil )atau minyak kelapa murni  adalah minyak kelapa yang diproses dari kelapa segar dengan atau tanpa pemanasan dan tidak melalui pemurnian dengan bahan kimia. VCO memiliki peranan yang sangat berbeda terhadap kesehatan dibandingkan dengan lemak jenuh asal hewani atuau nabati lainnya. Dalam VCO terdapat MCFA ( Medium Chan Fatty Acid), MCFA yang banyak terkandung dalam VCO yaitu asam laurat (Lauric Acid).  MCFA  merupakan komponen  asam lemak berantai sedang yang memiliki banyak fungsi , diantaranya yaitu mampu merangsang produksi insulin sebagai proses metabolisme glukosa sehingga dapat berjalan normal.
Pada dasarnya cara pembuatan minyak kelapa murni yang banyak dilakukan di Indonesia  dibedakan menjadi 3 cara yaitu pemanasan, pemancingan, dan  fermentasi. Namun, Pembuatan minyak kelapa secara tradisional (pemanasan tinggi) dapat mengubah struktur minyak  serta menghasilkan warna minyak yang kurang baik. Sedangkan untuk pemancingan harus disediakan minyak pancing terlebih dahulu sebagai starter. Oleh karena itu, perlu dicari cara lain yang lebih mudah untuk memecahkan emulsi santan melalui proses fermentasi .
Metode fermentasi  didasarkan pada penemuan biotekhnologi sederhana, yaitu penggunaan Saccharomyces sp  untuk memisahkan minyak dari karbohidrat dan protein yang terdapat dalam sel-sel endosperm biji kelapa. Dari proses fermentasi, rasa minyak yang dihasilkan lembut dengan bau khas kelapa yang unik. Jika membeku, warna minyak kelapa ini putih murni. Sedangkan jika cair, VCO tidak berwarna( bening).
B.     Proses Pembuatan VCO dengan Fermentasi
Salah satu olahan buah kelapa yang sangat menjanjikan dan mempunyai peluang yang besar untuk dikembangkan adalah minyak kelapa murni atau sering dikenal VCO (Virgin Coconut Oil). Teknologi pengolahan buah kelapa menjadi VCO dapat dipilih dari teknologi yang sederhana sampai teknologi tinggi dan padat modal. Dari berbagai metode tersebut, maka pembuatan VCO yang paling sesuai diterapkan pada skala produksi rumah tangga adalah metode fermentasi dengan menggunakan ragi yaitu Saccharomyces sp. Ragi digunakan dalam pembuatan VOC sebab mengandung mikroflora seperti khamir yang dapat menghasilkan lipase untuk memecah emulsi santan. Dengan demikian, selama proses fermentasi akan terjadi pemutusan ikatan kimia.Selain prosesnya mudah untuk dilakukan, biaya yang digunkan juga relative lebih murah.
Sebelum memulai pembuatan VCO, yang harus dipersiapkan yaitu pembuatn starter ragi. Pembuatan starter dibutuhkan skim  dicampur dengan air kelapa dengan perbandingan 9:1 (9 bagian skim dan 1 bagian air kelapa).Selanjutnya ditambahkan ragi (Saccharomyces sp) dengan perbandingan 10:2 artiny 10 bagian campuran skim dan air kelapa dan 2 bagian ragi . Kemudian diaduk dan didiamkan selama 12 jam pada suhu kamar dan selanjutnya sudah dapat digunakan sebagai starter. Adapun langkah-langkah dalam pembuatan VCO dengan fermentasi yaitu:
1.      Pemilihan bahan
Adapun bahan baku yang digunakan dalam pembuatan VCO dengan fermentasi yaitu buah kelapa yang tua(11-12 bulan), yang ditandai dengan kulit sabut berwarna coklat. Buah kelapa tua bisa menghasilkan rendemen minyak yang tinggi. Setelah dilakukan pemilihan atau penyortiran, buah kelapa di belah menjadi 2 bagian dan dipisahkan dari airnya, kemudian diparut secara manual atau digiling dengan menggunakan mesin supaya lebih cepat.
2.      Pembuatan santan
Hancuran daging buah kelapa kemudian diberi air dengan perbandingan 1:2. Kemudian, ekstrak tersebut dibungkus dan dipres dengan menggunakan mesin pengepres. Selanjutnya ditampung dalam wadah dengan diberi penyaring sehingga diperoleh santan.
3.      Pemisahan krim
Santan yang diperoleh dari pengepresan dituang ke dalam ember plastik transparan, hal ini dilakukan supaya dapat dilihat lapisan-lapisan yang terbentuk. Setelah dituang ke dalam ember, santan tersebut didiamkan selama 2 jam. Setelah didiamkan santan tersebut membentuk 3 lapisan, yaitu lapisan atas berupa krim(minyak), lapisan tengah berupa skim, dan lapisan paling bawah berupa ndapan. Kemudian, krim dipisahkan untuk menghasilkan VCO.
4.      Pencampuran krim dengan starter ragi
Setelah krim dipisahkan, kemudian dicampur dengan starter ragi yang sudah dibuat terlebih dahulu. Campuran tersebut diaduk sampai homogen. Selanjutnya campuran tersebut dituang kedalam wadah transparan dan didiamkan selama 8-10 jam.
5.      Penyaringan minyak
Setelah didiamkan selama 8-10 jam campuran menghasilkan 3 lapisan, yaitu lapisan pertama berupa minyak, lapisan kedua berwarna putih atau sering disebut blondo, dan lapisan terakhir berupa air. Selanjutnya minyak dipisahkan dari blondo dan air. Minyak yang diperoleh disaring sampai beberapa kali sampai benar-benar sedikit kadar airnya. Setelah itu, dihasilkan minyak yang disebut VCO. VCO biasanya dikemas dalam botol kaca dan ditutup rapat.
C.    Kegunaan VCO untuk Kesehatan
Adapun manfaat VCO untuk kesehatan yaitu:
1.      VCO Bebas Toksik dan Karsinogenik dan juga sebagai Anti oksidan dan Anti Radikal Bebas Pelindung.
Asam lemak trans (pada minyak goreng biasa) bukan lagi bersifat nutrisi, tetapi sebagai racun metabolisme, seperti halnya arsenikum dan sianida. Namun keadaan ini tidak berlaku pada VCO saat digoreng. Struktur kimia minyak ini tidak berubah, ini dikarenakan 92% jenis asam lemaknya sudah dalam bentuk jenuh  oleh karena itu tetap stabil. Virgin Coconut Oil tidak menghasilkan asam lemak trans dan radikal bebas yang bersifat toksik dan karsinogenik yang berbahaya. Di dalam alur proses pencernaan minyak VCO di metabolisir menghasilkan energi saja, tidak ada kolesterol dan juga tidak ada timbunan sisa lemak, dengan demikian VCO lebih aman dan bermanfaat untuk di konsumsi dibandingkan minyak lain.

2.      Memulihkan dan meningkatkan daya tahan tubuh
Dalam VCO banyak mengandung MCFA. Kandungan MCFA-nya merupakan asam lemak esential bagi pemenuhan nutrisi tubuh. Saat kondisi tubuh dalam keadaan sakit atau pada proses rehabilitasi, tubuh memerlukan asupan gizi cukup untuk mempercepat proses penyembuhan, namun disisi lain kemampuan organ pencernaan terbatas akibat sakit. Nah disinilah Minyak VCO berperan.
3.      Sumber nutrisi untuk pertumbuhan anak
Beberapa alasan memasukkan MCFA Virgin Coconut Oil (VCO) ke makanan pendamping ASI disebabkan karena MCFA dalam Minyak VCO memiliki kemampuan memperbaiki penyerapan dan fungsi pencernaan. Asam lemak ini juga membantu mengatur kadar gula darah. Fungsi penting lainnya adalah MCFA melindungi bayi dari mikroorganisme berbahaya.

BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
VCO (Virgin Coconut Oil ) atau minyak kelapa murni  adalah minyak kelapa yang diproses dari kelapa segar dengan atau tanpa proses pemanasan dan tidak melalui pemurnian dengan bahan kimia. Dalam VCO (Virgin Coconut Oil) terdapat MCFA ( Medium Chan Fatty Acid) yang merupakan komponen  asam lemak berantai, yaitu asam laurat (Lauric Acid).
Pembuatan VCO (Virgin Coconut Oil) dengan metode fermentasi menggunakan starter khamir Saccharomyces sp. dapat dilakukan melalui beberapa proses yaitu, pemilihan bahan, pembuatan santan, pemisahan skim, pencampuran krim dengan starter ragi, dan penyaringan minyak.
VCO (Virgin Coconut Oil) memiliki beberapa kegunaan dalam kesehatan diantaranya adalah : VCO bebas toksik dan karsinogenik dan juga sebagai anti oksidan dan anti radikal bebas pelindung, memulihkan dan meningkatkan daya tahan tubuh, dan sebagai sumber nutrisi untuk pertumbuhan anak.


DAFTAR PUSTAKA
Edahwati, Luluk.2011.Aplikasi Penggunaan Enzym Papain Dan Bromelin Terhadap Perolehan VCO. Surabaya :UPN press
Sutarmi, dkk. 2006. Taklukkan Penyakit Dengan VCO. Jakarta: Penebar Swadaya
http://www.youtube.com/watch?v=Eocjedyc8CA