PEMBUATAN
VCO (VIRGIN COCONUT OIL) DENGAN
FERMENTASI
Makalah Ini Disusun untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah
Mikrobiologi
Dosen Pengampu : Lela Susilawati, M.Si.
Mikrobiologi
Dosen Pengampu : Lela Susilawati, M.Si.
Disusun oleh :
Nadia Naufinnisa (11680031)
Aghuts Nur Amien (11680035)
Eni Nur ’Aini (11680039)
Lely Lystyawati (11680040)
Annisa afiyati (11680044)
Ummi Athiah (11680053)
PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2013
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2013
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Citra buruk minyak kelapa terhadap
kesehatan semakin melekat selama bertahun-tahun pada setiap orang. Selama ini
negara-negara maju menggantikan keberadaannya dengan memasarkan sawit, keledai,
dan jagung, sehingga potensi Indonesia sebagai penghasil kelapa terbesar di
dunia semakin terpuruk.
Tanaman kelapa (Cocos nucifera L.) merupakan tanaman serbaguna yang memiliki nilai
ekonomi yang tinggi. Seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan
kebutuhan manusia, sehingga disebut pohon kehidupan (tree for life). Salah satu hasil dari pengolahan dari buah kelapa
adalah Virgin Coconut Oil (VCO). VCO
adalah minyak kelapa murni yang disebut juga minyak perawan yang diperoleh dari
daging buah kelapa dengan cara basah tanpa pemanasan.
Beberapa metode yang digunakan dalam pembuatan VCO yaitu pembuatan
dengan
teknik pemanasan, pemancingan, dan
fermentasi. Seiring dengan perkembangan
bioteknologi, teknik pemanasan dan pemancingan dirasa masih memiliki
kekurangan, sehingga pembuatan VCO dengan fermentasi dirasa lebih baik. VCO
merupakan minyak kelapa murni yang komposisi asam lemaknya utuh tanpa mengalami
kerusakan pada ikatannya. Sebagai minyak kelapa murni, VCO mengandung berbagai
asam lemak jenuh rantai sedang yang salah satu kandungannya adalah asam laurat
48% dan memiliki fungsi yang sama dengan air susu ibu (ASI) yang menyebabkan sistem
imun tubuh kebal terhadap berbagai macam penyakit.
Dalam
makalah ini, penulis akan mencoba memaparkan
tentang VCO. Adapun pembahasannya yaitu meliputi definisi VCO, proses
pembuatan VCO dengan fermentasi dengan
melibatkan Saccharomyces sp serta manfaat VCO bagi kesehatan manusia.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa yang
dimaksud dengan VCO (Virgin Coconut Oil)
?
2. Bagaimana proses
pembuatan VCO dengan metode fermentasi menggunakan starter khamir Saccharomyces sp. ?
3. Apa saja
kegunaan dari minyak kelapa murni (VCO) untuk kesehatan?
C.
Tujuan
1. Untuk
mengetahui VCO (Virgin Coconut Oil).
2. Untuk
mengetahui proses
pembuatan VCO dengan metode
fermentasi menggunakan starter khamir Saccharomyces
sp.
3. Untuk mengetahui
kegunaan dari minyak kelapa murni (VCO) untuk kesehatan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
VCO
(Virgin Coconut Oil)
Indonesia
merupakan negara yang kaya dengan tumbuhan kelapa. Sudah bertahun-tahun kelapa
banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Biasanya ibu rumah tangga
membuatnya menjadi santan untuk bahan memasak. Untuk saat ini pemanfaatan
kelapa lebih berkembang. Salah satunya yaitu dengan mengolah kelapa menjadi
minyak kelapa murni (VCO / Virgin Coconut Oil).
VCO (Virgin
Coconut Oil )atau minyak kelapa murni
adalah minyak kelapa yang diproses dari kelapa segar dengan atau tanpa
pemanasan dan tidak melalui pemurnian dengan bahan kimia. VCO memiliki peranan
yang sangat berbeda terhadap kesehatan dibandingkan dengan lemak jenuh asal
hewani atuau nabati lainnya. Dalam VCO terdapat MCFA ( Medium Chan Fatty
Acid), MCFA yang banyak terkandung dalam VCO yaitu asam laurat (Lauric
Acid). MCFA merupakan komponen asam lemak berantai sedang yang memiliki
banyak fungsi , diantaranya yaitu mampu merangsang produksi insulin sebagai
proses metabolisme glukosa sehingga dapat berjalan normal.
Pada dasarnya
cara pembuatan minyak kelapa murni yang banyak dilakukan di Indonesia dibedakan menjadi 3 cara yaitu pemanasan, pemancingan,
dan fermentasi. Namun, Pembuatan minyak
kelapa secara tradisional (pemanasan tinggi) dapat mengubah struktur
minyak serta menghasilkan warna minyak
yang kurang baik. Sedangkan untuk pemancingan harus disediakan minyak pancing
terlebih dahulu sebagai starter. Oleh karena itu, perlu dicari cara lain
yang lebih mudah untuk memecahkan emulsi santan melalui proses fermentasi .
Metode
fermentasi didasarkan pada penemuan
biotekhnologi sederhana, yaitu penggunaan Saccharomyces
sp untuk memisahkan minyak dari karbohidrat dan
protein yang terdapat dalam sel-sel endosperm biji kelapa. Dari proses
fermentasi, rasa minyak yang dihasilkan lembut dengan bau khas kelapa yang
unik. Jika membeku, warna minyak kelapa ini putih murni. Sedangkan jika cair,
VCO tidak berwarna( bening).
B.
Proses Pembuatan VCO dengan Fermentasi
Salah satu olahan buah
kelapa yang sangat menjanjikan dan mempunyai peluang yang besar untuk dikembangkan
adalah minyak kelapa murni atau sering dikenal VCO (Virgin Coconut Oil). Teknologi
pengolahan buah kelapa menjadi VCO dapat dipilih dari teknologi yang sederhana
sampai teknologi tinggi dan padat modal. Dari berbagai metode tersebut, maka
pembuatan VCO yang paling sesuai diterapkan pada skala produksi rumah tangga
adalah metode fermentasi dengan menggunakan ragi yaitu Saccharomyces sp. Ragi digunakan dalam
pembuatan VOC sebab mengandung mikroflora seperti khamir yang dapat
menghasilkan lipase untuk memecah emulsi santan. Dengan demikian, selama proses
fermentasi akan terjadi pemutusan ikatan kimia.Selain prosesnya mudah untuk
dilakukan, biaya yang digunkan juga relative lebih murah.
Sebelum memulai pembuatan VCO, yang
harus dipersiapkan yaitu pembuatn starter ragi. Pembuatan
starter dibutuhkan skim dicampur
dengan air kelapa dengan perbandingan 9:1 (9 bagian skim dan 1 bagian air
kelapa).Selanjutnya ditambahkan ragi (Saccharomyces sp) dengan perbandingan 10:2 artiny 10
bagian campuran skim dan air kelapa dan 2 bagian ragi . Kemudian diaduk dan
didiamkan selama 12 jam pada suhu kamar dan selanjutnya sudah dapat digunakan
sebagai starter. Adapun langkah-langkah dalam pembuatan
VCO dengan fermentasi yaitu:
1. Pemilihan
bahan
Adapun
bahan baku yang digunakan dalam pembuatan VCO dengan fermentasi yaitu buah
kelapa yang tua(11-12 bulan), yang ditandai dengan kulit sabut berwarna coklat.
Buah kelapa tua bisa menghasilkan rendemen minyak yang tinggi. Setelah
dilakukan pemilihan atau penyortiran, buah kelapa di belah menjadi 2 bagian dan
dipisahkan dari airnya, kemudian diparut secara manual atau digiling dengan
menggunakan mesin supaya lebih cepat.
2. Pembuatan
santan
Hancuran
daging buah kelapa kemudian diberi air dengan perbandingan 1:2. Kemudian,
ekstrak tersebut dibungkus dan dipres dengan menggunakan mesin pengepres.
Selanjutnya ditampung dalam wadah dengan diberi penyaring sehingga diperoleh
santan.
3. Pemisahan
krim
Santan
yang diperoleh dari pengepresan dituang ke dalam ember plastik transparan, hal
ini dilakukan supaya dapat dilihat lapisan-lapisan yang terbentuk. Setelah
dituang ke dalam ember, santan tersebut didiamkan selama 2 jam. Setelah
didiamkan santan tersebut membentuk 3 lapisan, yaitu lapisan atas berupa
krim(minyak), lapisan tengah berupa skim, dan lapisan paling bawah berupa
ndapan. Kemudian, krim dipisahkan untuk menghasilkan VCO.
4. Pencampuran
krim dengan starter ragi
Setelah
krim dipisahkan, kemudian dicampur dengan starter ragi yang sudah dibuat
terlebih dahulu. Campuran tersebut diaduk sampai homogen. Selanjutnya campuran
tersebut dituang kedalam wadah transparan dan didiamkan selama 8-10 jam.
5. Penyaringan
minyak
Setelah
didiamkan selama 8-10 jam campuran menghasilkan 3 lapisan, yaitu lapisan
pertama berupa minyak, lapisan kedua berwarna putih atau sering disebut blondo,
dan lapisan terakhir berupa air. Selanjutnya minyak dipisahkan dari blondo dan
air. Minyak yang diperoleh disaring sampai beberapa kali sampai benar-benar
sedikit kadar airnya. Setelah itu, dihasilkan minyak yang disebut VCO. VCO
biasanya dikemas dalam botol kaca dan ditutup rapat.
C. Kegunaan VCO untuk Kesehatan
Adapun
manfaat VCO untuk kesehatan yaitu:
1. VCO Bebas
Toksik dan Karsinogenik dan juga sebagai Anti oksidan dan Anti Radikal Bebas
Pelindung.
Asam lemak trans (pada minyak goreng biasa) bukan lagi bersifat nutrisi, tetapi sebagai racun metabolisme,
seperti halnya arsenikum dan sianida. Namun keadaan ini tidak berlaku pada VCO
saat digoreng. Struktur kimia minyak ini tidak berubah, ini dikarenakan 92%
jenis asam lemaknya sudah dalam bentuk jenuh
oleh karena itu tetap stabil. Virgin Coconut Oil tidak menghasilkan asam lemak
trans dan radikal bebas yang bersifat toksik dan karsinogenik yang berbahaya.
Di dalam alur proses pencernaan minyak VCO di metabolisir menghasilkan energi
saja, tidak ada kolesterol dan juga tidak ada timbunan sisa lemak, dengan
demikian VCO lebih aman dan bermanfaat untuk di konsumsi dibandingkan minyak
lain.
2. Memulihkan
dan meningkatkan daya tahan tubuh
Dalam VCO banyak mengandung MCFA. Kandungan MCFA-nya merupakan asam lemak esential bagi pemenuhan
nutrisi tubuh. Saat kondisi tubuh dalam keadaan sakit atau pada proses
rehabilitasi, tubuh memerlukan asupan gizi cukup untuk mempercepat proses penyembuhan,
namun disisi lain kemampuan organ pencernaan terbatas akibat sakit. Nah
disinilah Minyak VCO berperan.
3. Sumber nutrisi untuk pertumbuhan anak
Beberapa alasan
memasukkan MCFA Virgin Coconut Oil (VCO) ke makanan pendamping ASI disebabkan
karena MCFA dalam Minyak VCO memiliki kemampuan memperbaiki penyerapan dan
fungsi pencernaan. Asam lemak ini juga membantu mengatur kadar gula darah.
Fungsi penting lainnya adalah MCFA melindungi bayi dari mikroorganisme berbahaya.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
VCO (Virgin Coconut Oil ) atau minyak kelapa
murni adalah minyak kelapa yang diproses
dari kelapa segar dengan atau tanpa proses pemanasan dan tidak melalui
pemurnian dengan bahan kimia. Dalam VCO (Virgin
Coconut Oil) terdapat MCFA ( Medium Chan Fatty Acid) yang merupakan
komponen asam lemak berantai, yaitu asam
laurat (Lauric Acid).
Pembuatan VCO (Virgin Coconut Oil) dengan metode fermentasi menggunakan
starter khamir Saccharomyces sp. dapat dilakukan melalui beberapa proses yaitu, pemilihan bahan,
pembuatan santan, pemisahan skim, pencampuran krim dengan starter ragi, dan penyaringan minyak.
VCO (Virgin Coconut Oil) memiliki beberapa kegunaan dalam kesehatan
diantaranya adalah : VCO bebas toksik
dan karsinogenik dan juga sebagai anti oksidan dan anti radikal bebas
pelindung, memulihkan dan meningkatkan daya tahan tubuh, dan sebagai sumber
nutrisi untuk pertumbuhan anak.
DAFTAR PUSTAKA
Edahwati,
Luluk.2011.Aplikasi Penggunaan Enzym Papain Dan Bromelin Terhadap Perolehan
VCO. Surabaya :UPN press
Sutarmi, dkk. 2006. Taklukkan Penyakit Dengan VCO. Jakarta:
Penebar Swadaya
http://www.youtube.com/watch?v=Eocjedyc8CA